Bagaimana mungkin sebuah agama yang lahir di dunia yang terbelakang berkembang menjadi salah satu agama terbesar di dunia? Hal yang demikian itu tak akan terjadi apabila agama itu adalah agama yang benar dan lurus. Islam telah membuktikan kebenaran dalam seluruh aspek ajarannya. Bahkan Dr. zakir naik berani menyimpulkan bahwa 80% ajaran agama Islam telah dibuktikan kebenarannya. Dan 20% sisanya masih ambigu. Dr. zakir naik menambahkan bahwa ambiguitas yang muncul dalam Al quran disebabkan karena logika manusia yang belum mencapai ilmu yang terdapat didalam Al Quran.

(sumber gambar: www.mirajnews.com)

          Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hujurat : 3
          “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

          Dalam islam perbedaan suku dan keberagaman manusia bukanlah menjadi halangan untuk mempersatukan umat manusia. Tapi adanya perbedaan itu seharusnya membuat manusia saling megenal dan mengajarkan manusia akan toleransi serta sikap saling menghargai. Dan hanya agama Islamlah yang mampu menjadikan umat manusia bersatu. Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, Islam merupakan agama yang telah mempersatukan tanah arab dan membuat timur tengah menjadi poros dunia di abad pertengahan.
          Padahal pada perkembagan awal islam, bangsa arab dikenal dengan sifat kesukuan mereka yang kental. Seringnya perang antar suku yang terjadi di sana. Bangsa arab juga sangat mengagung angungkan suku mereka serta masyarakatnya dikenal sangat berani dalam berperang.  Setelah datangnya Islam di jazirah Arab, bangsa Arab menjadi bersatu dibawah panji Islam. Persatuan itu menyebar dari tanah Arab menuju seluruh wilayah di timur tengah bahkan hingga ke Asia Timur, Eropa dan Afrika. Dalam perkembangannya peradaban dunia bertumpu pada Negara Islam. Seperti yang telah dilakukan pada masa dinasti Abbasiyah.
          Bahkan terbentuknya bangsa Indonesia sekarang ini merupakan hasil dari proses panjang integrasi nasional yang terjadi pada masa kerajaan kerajaan islam di abad 15. Dimana islam yang berkembang di nusantara membentuk suatu integritas Nasional secara perlahan lahan dan menyatukan seluruh masyarakat. Walaupun dalam proses penyatuan ini terdapat banyak gangguan terutama dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat,namun akhirnya  Islam tetap menjadi aktor utama dalam proses kemerdekaan Indonesia. Yaitu peranan organisasi organisasi muslim yang telah mengkoordinir dan mengumpulkan massa. Dan rakyat pribumi berperang medan peranng dengan mengumandangkan takbir untuk mempertahankan keedaulatan negeri.
         Jika kita memaknai dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945, islamlah yang menjadi landasan dasar dari konstitusi di Indonesia. Hal ini nampak dalam kalimat “atas berkat rahmat Allah” di dalam pembukaan UUD 1945. Tak ada agama yang menybut tuhannya Allah kecuali Islam. Dalam salah satu butir pancasila yaitu “Ketuhanan yang maha esa” juga mencerminkan ajaaran islam mengenai kesaan tuhan secara implisit. Serta makna kalimat Bhinneka Tunggal Ika di dalam lambing burung Garuda juga selaras dengan ajaran islam. Walaupun kalimat itu bersumber dari kitab Negarakertagama namun makna akan adanya persatuan di tengah banyaknya perbedaan sesuai dengan yang dijelaskan dalam QS. Al Hujurat : 3.
          Namun dalam perkembagan di era modern, mulai tumbuh rasa phobia terhadap islam atau yang lebih dikenal dengan Islamophobia. Sehingga menimbulkan kesan bagi masyarakat dunia akan buruk dan kejamnya agama islam dalam menyebarkan agamanya. Padahal sebenarnya Islam mengajarkan sikap toleransi, cinta damai dan tidak memaksakan kehendak ketika berdakwah. Jelas ini merupakan fitnah yang muncul karena kecemburuan terhadap Islam. Walaupun islam sekarang dituduh sebagai agama terorisme, fakta sejarah telah membuktikan bahwa Islam telah menyebarluaskan agamaya dengan perdamaian. Dan telah mempersatukan umat umat yang telah memeluk islam. 

          Penulis: Rais Linten Sani, 2 Agustus 2016
          Jika anda diberikan tugas untuk menulis,apakah yang anda pikirkan? Mungkin sebagian besar orang menganggap bahwa kegiatan tulis menulis sangatlah menyiksa. Sehingga membuat banyak dari mereka memillih untuk mencari dan menjiplak tulisan orang lain yang telah tersedia di media cetak maupun elektronik. Setiap manusia pasti memiliki pemikiran yang berbeda beda. Dengan menulis seseorang mampu menuangkan pemikirannya tersebut di dalam kertas. Agar orang lain mampu mengerti dan memahami apa yang kita pikirkan.

(sumber gambar: www.psikologikita.com)

          Jika kita menilik kedalam sejarah, orang orang hebat yang memiliki pengaruh besar pada dunia pasti memiliki latar belakang menulis yang sangat kental. Namun banyak dari kita menganggap menulis merupakan kegiatan yang membosankan. Ada juga orang yang sudah memiliki niat untuk menulis, namun berhenti ditengah jalan karena merasa kesulitan untuk menuangkan pemikirannya menjadi sebuah rangkaian kata kata. Ada pula orang yang tidak memiliki waktu untuk menulis karena kesibukannya. Tapi tahukah anda bahwa menulis sangatlah bermanfaat bagi diri kita! baik orang yang menulis karena pekerjaan, atau sebagai selingan bahkan juga sebagai tempat curhat. Berikut adalah manfaat dari menulis :

                1. Mengurangi Rasa Stress

                Ketika seseorang menulis, ia pasti akan menuangkan seluruh pemikirannya ke dalam tulisannya. Ppikiran itu bisa berupa ide, gagasan, maupun emosi. Emosi yang telah dikeluarkan dapat berupa berbagai macam hal, semisal rasa sedih, bahagia frustasi, bahkan rasa kecewa. Sehingga seseorang yang menuangkan segala emosinya ke dalam bentuk tulisan dapat menimbulkan rasa lega dan mengurangi stress yang melekat di dalam benak penulis.

                2. Mencegah Datangnya Kepikunan

                Perahkah anda melihat orang yang tua yang sering bercerita mengenai masa mudanya? Jika anda pernah mnemui orang yag seperti ini, pastilah dia adalah orang yang memiliki ingatan yang sangat kuat. Bagaimana tidak? seharusnya orang yang sudah berusia lanjut seharusnya mengalami penurunan daya ingat. Tapi itu tidak terjadi pada beberapa orang. Kira kira apa yang mengakibatkan orang memiliki daya ingat yang kuat? Ya, Menulis.Ada benyak factor yang dapat mempertajam daya ingat seseorang. Dan salah satunya adalah menulis. Tak hanya tubuh saja yang memerlukan nutrisi tapi otak juga memerluka nutrisi. Dengan menulis nutrisi yang otak butuhkan akan tercukupi. Otak juga seperti pisau, semakin diasah maka akan semakin tajam. Makasemakin tinggi intensitas seseorang dalam menulis akan semakin mempertajam daya ingat otak.

                3. Memperbaiki Perekonomian
      
                Pernahkah anda mengirim tulisan anda ke media massa?. Jika belum cobalah melakukannya. Dengan mengirim karya tulisan anda, karya itu akan dihargai oleh masyarakat dan menghasilkan uang. Karena setiap ide dan pemikiran yang terkandung di dalam sebuah tulisan tidaklah gratis. Jika tulisan tersebut bisa secara rutin dimuat dalam media massa, anda akan mendapatkan upah berupa uang dari pihak media. Bukan hanya itu saja, tulisan yang telah dimuat dan dibaca banyak orang mmbuat sang penulis menjadi lebih dikenal. Juga memunfulkan rasa puas.

                4. Meningkatkan Kemampuan Beretorika
      
                Banyak orang memiliki ide ide yang sangat cerdas dan inovatif. Akan tetapi dalam pyampaiannya tidak diikuti dengan retorika yang mumpuni. Sehingga membuat ide tersebut terkesan sporadis dan asal asalan. Terkadang seseorang juga bingung hal apa yang harus disampaikan  terlebih dulu agar maksud dan tujuan utama dalam pembicaraan dalat tersampaikan. Kemampuan retorika dapat diasah dengan kegiatan menulis. Dengan menulis seseorang dipaksa menuliskan tuisan yang runtut dan saling berkesinambungan. Dengan paksaan itu, secara tidak langsung akan mengasah kemampuan retorika. Namun, perlu konsistensi dan kesabaran untuk memiliki kemampuan retorika tersebut. karena banyak orang merasa menyerah di tengah jalan ketika mereka tak kunjung bisa menyelesaikan tulisannya. Dan perlu diketahui bahwa kesulitan yang didapatkan ketika menulis merupakan hal yang wajar begi seorang pemula.

                5. Menambah Wawasan dan Kepekaan
      
                Ketika menulis, penulis memerlukan referensi tulisan dari orang lain sebagai pembanding atau untuk memunculkan ide. Secara tidak langnsung akan menambah pengetahuan kita dalam suatu bidang tertentu. Sringkali tulisan yang kita buat muncul karena ide dari  kejadian social yang ada diseitar lingkungan. Semisal budaya gotong royong. Hal yang demikian ini membuat seseorang mennjadi pribadi yang lebih peka terhadap gejala social di masyarakat.

                Walaupun fakta telah membuktikan akan kebermanfaatan kebiasaan menulis. Masyarakat idonesia sering menganggap remeh kebiasaan ini. ,asyarakat meang sudah sadar akan hal ini, tapi mental masyarakat bukanlah mental seorang penulis yang konsisten dan sabar. Maka sangatlah penring bagi kita untuk menumbuhkan dan memunculkan kesadaran dan mental penulis.


                Penulis: Rais Linten Sani, 2 Agustus 2016


          Dewasa ini, ketertarikan masyarakat terhadap ilmu astronomi telah meningkat cukup pesat. Hal yang demikian  ini dapat dilihat dari banyaknya komunitas komunitas astronomi yang telah berdiri di berbagai daerah. Dalam dasawarsa terakhir Indonesia juga menjadi tuan rumah akan penyelenggaraan kegiatan astronomi international. Semisal ketika Indonesia menjadi tuan rumah dalam kegiatan APRIM pada tahun 2005. Dan juga sebagai tuan rumah olimpiade Astronomi International.bukan hanya itu saja, banyak anak bangsa yang telah meraih prestasi tingkkat internasional di bidang Astronomi.

(sumber gambar: slncr.com)

          Animo masyarakat terhadap Astronomi semakin menguat mungkin semenjak adanya fenomena gerhana matahari total yang terjadi pada bulan maret tahun 2015 lalu. Kini, setelah melihat perkembangan ilmu astronomi yang cukup pesat, akankah pemerintah lebih memperhatikan ilmu pengetahuan ini?. Karena selama ini dalam pelajaran formal ilmu astronomi hanya disusupkan di mata pelajaran lain. Seperti IPA, Geografi, dan fisika. Ini menunjukkan bahwa pemerintah masih menganak tirikan ilmu ini. Padahal di Negara ini,  Astronomi merupakan salah satu mata pelajaran yang diolimpiadekan baik di jenjang SMP dan SMA. Mirisnya hanya mata pelajaran Astronomi dan Kebumian yang tidak diajarkan kepada siswa dalam pendidikan formal.  Lalu kapankah Astronomi akan menjadi mata pelajaran yang independen dan terlepas dari pelajaran lain. Seharusnya pemerintah menyadari akan pentingnya ilmu ini. Bagaimana dunia berubah semenjak mendaratnya manusia di bulan. Dunia menganggap bahwa pendaratan itu adalah langkah besar bagi umat manusia. Tanpa adanya ilmu Astronomi tak aka nada yang namanya satelit.
          Oleh karena itu pemerintah harus melakukan tindakan nyata untuk memajukan ilmu ini terutama kualitas sumber daya manusia. Karena Sebenarnya Indonesia telah memiliki sumber daya manusia yang cukup berkualitas dalam bidang ini. Namun permasalahannya adalah kuantitas dari sumber daya ini masih sangatlah kurang. Sehingga banyak wilayah lain di indonesia yang membutuhkan ilmu perbintangan ini malah tak terjamah sama sekali. Sudah sepantasnya pemerintah melakukan perubahan yang fundmental terhadap sistem pendidikan. Agar menjadikan kebutuhan sumber daya ini tercukupi. Sebab walaupun pemerintah telah mengalokasikan dana untuk membeli banyak peralatan antariksa canggih, tetapi tidak ada sumber daya menusia yang mengoperasikannya membuat peralatan tersebut menjadi tidak produktif. Bukan hanya itu saja, para pecinta astronomi juga memiliki masalah dengan infrastruktur yang tak memadai.  Jika kita telusuri lebih dalam, hanya pulau jawa yang memiliki Observatorium yang berkualitas. Yaitu Bosccha Selama ini masyarakat juga sangat kesulitan untuk mencari buku buku ensiklopedi Astronomi. Karena buku ini tidak dijual secara bebas. Kalaupun bisa membelinya, harganyapun selangit. Dalam mengakses saja sudah kesulitan, Apalagi ketika mempelajarinya, karena dalam mempelajari ilmu ini memerlukan seorang guru yang ahli. Serta peralatan yang memadai. Karena astronomi bukanlah ilmu yang mudah untuk dipelajari.
          Jika ingin mempelajari Astronomi masyarakat juga harus merogoh kocek cukup dalam.  Karena untuk astronom amatir saja paling tidak afdhal jika tidak memiliki sebuah teleskop. Padahal harga sebuah teleskop saja bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Apakah pemerintah akan membiarkan semangat belajar masyarakat layu hanya karena permasalahan infrastruktur?. Padahal pemerintah seringkali mengkampanyekan semangat untuk belajar. Disisi lain sudah semestinya pemerintah mulai memikirkan pendidikan yang berjenjang dalam ilmu astronomi. Yaitu dengan memasukkan mata pelajaran Astronomi dalam pelajaran tersendiri. Serta dengan memperbanyak prodi yang khusus belajar ilmu Astronomi. Karena hingga sekarang ini, Indonesia hanya memiliki satu jurusan yang mempelajari Astronomi, yaitu di ITB. Bahkan data membuktikan dalam jurusan ini memiliki persaingan yang sangat tinggi, dengan indeks 1:100. Ini menunjukkan begitu tinggiya  kecondongan pemuda yang ingin belajar Astronomi, dan pemerintah seharusnya segera memberi wadah bagi para pegiat pegiat astronomi agar bisa mempelajari Astronomi lebih dalam.
          Kita bisa mencontoh maju seperti Amerika Serikat dengan badan antariksa nasional mereka, yaitu NASA atau Negara jepang yang notabene besar wilayahnya hanya setengah dari Negara Indonesia tapi memiliki setidaknya sepuluh jurusan di perguruan tinggi yang mempelajari Astronomi. jika pemerintah bersungguh sunggu dalam mengembangkan ilmu ini, bukan tak mungkin akan membuat Indonesia menjadi kiblat ilmu Astronomi dunia.
           

          Penulis: Rais Linten Sani, 25 Juli 2016
          Menjelang tahun ajaran baru masyarakat diramaikan mengenai pernyataan pemerintah melalui menteri pendidikan yaitu Anies Baswedan terhadap larangan perpeloncoan dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa atau MOS. Tindakan ini dipandang masyarakat sebagai tindakan yang tepat sekaligus melegakan bagi para siswa baru dan para orang tua. Bagaimana tidak, tindakan perpeloncoan telah melekat dan identik dengan MOS ini telah memakan banyak korban. Mulai dari yang mengalami luka fisik, trauma, hingga meninggal dunia. Dan tindakan ini telah menjamur bagi setiap pelajar lintas generasi di Indonesia. Ini adalah tindakan buruk di dalam sistem pendidikan yang telah menjadi kebiasaan di Indonesia.

(sumber gambar: eksposkaltim.com)

          Anies Baswedan menyatakan bahwa tindakan perpeloncoan adalah perbuatan yang hanya dilakukan pada masa kolonialisme. Dan tindakan itu tidaklah sesuai di Indonesia yang merupakan negara yang telah merdeka dan bebas dari kolonialisme. Perpeloncoan sangatlah berdampak negative bagi mental dan sikap pemuda pemuda Indonesia di masa depan. Bahkan jika tindakan perpeloncoan sudah menjadi adat akan menimbulkan sifat arogansi dan tindakan bullying. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu pasal yang diterapkan dalam kegiatan MOS di suatu sekolah negeri di jawa tengah.

     "1. Senior selalu benar dan junior selalu salah.
      2. Jika senior melakukan kesalahan maka kembali ke pasal 1"

          Dari peraturan tersebut dapat memunculkan pemikiran bagi para pelajar bahwa seorang senior selalu benar dan berhak melakukan tindakan semena mena kepada para juniornya. Hal itu bukan hanya berdampak bagi psikologi para senior saja, tapi juga para junior yang dipelonco. Mental budak akan tumbuh didalam diri para junior yang bisa berkembang hingga mereka dewasa. Karena kebenaran mutlak dianggap samar, hanya kebenaran dari sudut pandang seniorlah yang diterapkan. Dalam melaksanakan kegiatan MOS para murid baru selalu diberikan tugas yang konyol yang tidak sesuai dengan logika. Seperti mengepang rambut berdasarkan tanggal, menghitung beras, bahkan mencari foto seluruh senior melalui media social dalam waktu satu malam tanpa petunjuk. Hal ini merupakan tindakan konyol yang tidak memberikan manfaat apa apa. Seharusnya sekolah menjadikan kegiatan MOS sebagai kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Bukannya mengajarkan tindakan kekerasan dan bullying. Seperti contohnya kegiatan MOS yang dilakukan di singapura. Mereka disuruh untuk membersiihkan tempat umum sebagai bakti mereka dalam masyarakat.
          Tak heran beberapa siswa menanggapi pernyataan pemerintah akan larangan perpeloncoan dengan kecewa karena tidak bisa melakukan tindakan tersebut kepada sang junior, sama seperti yang senior mereka lakukan. mereka berdalih bahwa tidak adanya tindakan perpeloncoan didalam MOS menjadikan kegiatan MOS kurang menarik dan kurang menantang. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa kegiatan perpeloncoan telah menjamur dan telah menjadi adat didalam kegiatan MOS. Dalam suatu kasus saya juga menemukan bahwa di beberapa ekstrakulikuler, mereka melakukan promosi dan open recruitment dengan menjadikan tindakan memelonco sebagai salah satu kelebihan suatu ekskul agar para siswa baru menjadi tertarik untuk masuk kedalam ekskul tersebut. beberpa siswa juga tertarik untuk menjadi panitia MOS karena ingin dikenal dan menjadi tenar di kalangan adik kelas. Namun dengan cara yang salah. oleh karena itu peryataan mengenai MOS ditanggapi secara negatif oleh beberapa pelajar yang sejak dulu masuk ke dalam sebuah ekstrakulikuler hanya karena ingin memelonco juniornya. Psikologi mereka telah dipengaruhi oleh kegiatan perpeloncoan di dalam pendidikan. Dan itu sulit untuk disembuhkan karena hal tersebut sudah menyangkut keyakinan mereka. Walaupun tindakan pemerintah sekarang ini merupakan tindakan yang tepat, namun apakah harus selalu menunggu korban karena adanya kegiatan perpeloncoan disekolah?. Jika tindkan perpeloncoan sudah menjadi adat, maka akan sulit menghilangkan adat buruk tersebut. contohnya seperti tindakan kekecewaan pelajar yang telah diungkapkan diatas.
          Oleh karena itu pemerintah seharusnnya lebih tanggap dan harus mampu melihat efek jangka panjang terhadap suatu tindakan bukan hanya dalam pendidikan tapi di dalam segala sisi dalam bermasyarakat. Sehingga dapat mencegah terjadinya hal hal yang tak diinnginkan secara preventif.

          Dimuat di Solopos Sabtu, 23 Juli 2016

           Tak terasa libur panjang lebaran akan usai dan tahun ajaran baru akan segera dimulai. Sehingga banyak pelajar yang memanfaatkan momen ini untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru serta memasang target target yang ingin dicapai di tahun ajaran tersebut. Khususnya para pelajar yang baru saja lulus dari sekolahnya, dan akan belajar di sekolah baru. Dalam hal ini banyak orang tua maupun pelajar yang hanya merencanakan tentang kegiatan belajar dan target akan prestasi di bidang akademik saja. Itu tidaklah salah, sekolah memang tempat untuk menuntut ilmu, akan tetapi cakupan ilmu yang ada disekolah tidak hanya ­­­­­dapat diperoleh dari mata pelajaran wajib saja. Tapi ilmu baru juga bisa diperoleh melalui kegiatan ektrakulikuler diluar pembelajaran. Yaitu dengan melalui kegiatan ekstrakulikuler.

(sumber gambar: www.tribunnews.com)

           Lantas apa itu kegiatan ekstrakulikuler? Dan pentingkah? Menurut Yudha M. Saputra, kegiatan ekstrakurikuler merupakan pengembangan dari kegiatan intrakurikuler atau “merupakan aktivitas tambahan, pelengkap bagi pelajaran yang wajib. Jika kita mengikuti kegiata Ekstrakulikuler, maka kita akan mendapatkan bonus ilmu dari kegiatan tersebut. bahkan banyak pelajar yang  menjadi siswa yang berprestasi karena ekstrakulikuler yang mereka tekuni. Dari kegiatan ekstrakulikuler yang ditekuni akan menghasilkan banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat dari mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.

      1. Belajar Manajemen Waktu

Ketika telah mengikuti kegiatan ekstakulikuler membuat pelajar memiliki banyak kegiatan. Dan itu mengharuskan meraka pandai dalam  membagi waktu dengan membuat skala prioritas . Tetapi, seringkali siswa menjadikan kegiatan ekstrakulikuler sebagai dalang dari turunnya prestasi mereka dalam pembelajaran wajib. Hal ini bisa terjadi disebabkan karena siswa terlalu memforsir seluruh tenaga kita dalam berbagai kegiatan yang membuat ia sibuk dan melupakan tugas utamanya sebagai pelajar, yaitu belajar. Kegiatan ekstrakulikuler yang banyak boleh boleh saja, namun, kita harus membatasinya dengan  melihat kesehatan yang dimiliki serta agar tidak mengganggu kegiatan belajar. Namun, pada dasarnya rasa malas kitalah yang harus dihilangkan. Bukan malah menjadikan kesibukan dalam ekstrakulikuler sebagai dalang. Jika kita mampu membagi waktu dengan baik maka hal tersebut akan berguna bagi kehidupan kita di masa mendatang.

      2. Meningkatkan Prestas­­­­i Sesuai dengan Bakat

Prof. Howard Gardener menyatakan bahwa manusia memiliki delapan potensi kecerdasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia pasti memiliki keampuan dan bakat yang berbeda beda. Dan dengan kegiatan ekstrakulikuler, siswa dapat mengembangkan bakat yang mereka miliki. jika siswa memiliki bakat dalam berakting maka ia dapat mengikuti ekstrakulikuler teater. Begitu pula dengan ekstrakulikuer lain seperti pecinta alam, taekwondo, pencak silat, paskibra dll. Jika siswa mampu memperoleh prestasi dari ekstra yang mereka tekuni maka itu menjadi nilai tambah ketika mendaftar ke pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan tak sedikit pula siswa yang diterima langsung di jenjang sekolah yang lebih tinggi karena prestasi non akaemiknya. Prestasi yang diraih tersebut dapat membuatnya menjadi pelajar yang dikenal berprestasi minimal dilingkungan sekolah. Maka dari itu, hilangkan mindset bahwa siswa yang pintar di bidang akademik memiliki peluang sukses yang lebih besar. Karena setiap orang memiliki peluang yang sama dalam meraih kesuksesan, walaupun ia tidak pintar di pembelajaran formal.

      3. Melatih Sikap Tanggung Jawab dan Kepemimpinan

           Kemampuan dalam memimpin tidak muncul secara instan. Dengan mengikuti kegiatan ekstakulikuler dapat memupuk sifat tanggung jawab dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Setiap siswa yang memiliki komunitas pasti memiliki peran didalam suatu komunitasnya, dan dalam setiap peran pastinya memiliki tugas. Hal tersebut dapat memupuk rasa tanggung jawab di dalam diri seorang siswa. Ditambah lagi jika siswa menjadi ketua dalam suatu komunitas ekstrakulikuler. Itu menjadikan seorang siswa dihormati dan menonjol dibandingkan orang lain. Dan pasti akan melatih kemampuan seseorang dalam kepemimpinan. Karena setiap permasalahan yang dihadapi dalam berorganisasi dapat menambah pengalaman dan kemampuan untuk memecahkan suatu permasalahan.

      4. Mempermudah Ketika Mencari Beasiswa

           Jika kita hanya mengandalkan nilai nilai akademik ketika mengikuti seleksi suatu beasiswa, terutama beasiswa luar negeri jangan berharap akan diterima. Karena prestasi akademik tak cukup jika tidak dibarengi dengan pengalaman dalam berorganisasi. Biasanya dalam seleksi beasiswa kita harus memaparkan pengalaman dalam memimpin suatu organisasi. Karena para donatur beasiswa tidak menginginkan orang yang menerima beasiswa adalah orang yang cerdas tapi tak berjiwa sosial. Tapi mereka mencari orang yang cerdas tapi juga berbudi luhur. Dan dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler siswa bisa mendapatkan pengalaman mengenai keorganisasian dan pengalaman memimpin. Pengalaman tersebut akan menjadi pertimbangan serta memperbesar perluang diterimanya seseorang ketika mengikuti seleksi beasiswa.

       5. Menambah Teman
            
            Siswa akan mendapatkan manfaat dari berbagai aspek apabila memiliki teman yang banyak.  Dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler membuat kita bertemu degan teman teman baru. Tak terbatas dari teman satu kelas saja. Bahkan mereka mampu mendapatkan teman dari luar sekolah bahkan luar kota. Mereka dapat menjadikan teman teman tersebut sebagai kolega maupun guru karena memiliki minat yang sama. Sehingga terciptalah keefektifitasan dalam belajar karena kondusifnya lingkugan. Memiliki banya teman juga membuat seseorang memiliki koneksi yang luas.

      6. Ajang Mencari Pengalaman

           Di dalam ekstrakulikuler siswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari hobi yang diminati tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi. Ini merupakan bekal pentingbagi para siswa jika suatu saat mereka terjun di dalam masyarakat. Karena ketika kita berbuat kesalahan di dalam masyarakat, tak ada toleransi dari kesalahan seseorang. Setiap perbuatan harus ada balasannya. Kesalahan tersebut akan senantiasa diingat oleh masyarakat dan melekat pada diri orang tersebut. Sedangkan jika kita berbuat kesalahan di dalam kegiatan sekolah, masih ada toleransi. Karena status seseorang masih dalam konteks belajar dan harus dibimbing. Oleh karena itu kegiatan ekstrakulikuler adalah tempat yang cocok bagi para siswa untuk mencari pengalaman. Dan menjadikan pengalaman tersebut agar tidak membuat kesalahan di masyarakat.

           Walaupun kegiatan ekstrakulikuler memiliki banyak manfaat, tapi seringkali banyak orang menganggap bahwa kegiatan ekstrakulikuler dapat menurunkan prestasi disekolah. Itu merupakan kesalahpahaman yang sering timbul di mata siswa bahkan para orang tua. Sehingga terkadang orang tua melarang anaknya untuk mengikuti kegiatann ektrakulikuler. Namun, sebenarnya yang patut disalahkan bukanlah kegiatan ekstrakulikuler yang padat. Akan tetapi rasa malas yang hinggap pada diri seorang pelajar yang harus dihilangkan. Maka dari itu buang jauh jauh rasa malas yang melekat pada diri setiap pelajar. Sehingga dapat mejadi pelajar yang aktif dan juga berprestasi. Walaupun harus bersusah susah terlebih dahulu karena padatnya kegiatan,, tapi yakinlah bahwa kesulitan yang kita hadapi sekarang akan membuka kemudahan pada masa yang akan datang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakulikuler sangatlah penting bagi para pelajar.


Dimuat di Solopos Kamis, 28 Juli 2016
Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Pages